Rabu, 04 Mei 2016

Mengenal Komunitas KOPAKAS (Komunitas Pecinta Ayam Ketawa Semarang)

Kokokan ayam ketawa begitu merdu terdengar di Jalan Pahlawan Kota Semarang, tepatnya di samping Taman Makan Pahlawan (TMP) Giri Tunggal Semarang.

Dengan keanggunannya, ayam-ayam ketawa itu saling beradu kemampuan mengeluarkan suara terindah untuk memanjakan setiap orang yang melintas. Ya, mereka adalah ayam-ayam ketawa milik anggota Komunitas Pecinta Ayam Ketawa Semarang (KOPAKAS).

Sejak berdiri 11 September 2013, komunitas yang saat ini beranggotakan 50 orang lebih tersebut sering memenangkan berbagai kontes ayam ketawa dari tingkat lokal hingga nasional.

 

"Sering turun saat ajang kontes. Pada 2014 lalu ayam milik Bapak Bambang Arif meraih juara pertama tingkat nasional saat kontes di Institute Pertanian Bogor (IPB). Yang terbaru, Kontes di semarang memperebutkan Piala Walikota Semarang 2016, Ayam milik Bp. Hadi Sabdono meraih Juara 3 kategori Dangdut. Selain itu, banyak pula juara-juara lainnya.

Kategori yang dilombakan berbeda-beda. antara lain kategory Gretek/Disco, Dangdut dan Slow. Yang membedakan hanya dari kokokannya. Tingkat tertinggi adalah kategori slow, yakni ayam yang berkokok dengan suara mendayu-dayu diakhiri suara kokokan penutup yang lebih mengalun.

Kesuksesan Kopakas melalui jalan panjang. Awalnya anggota komunitas hanya empat orang. Dari empat orang tersebut, mereka selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat lewat latihan bersama di beberapa lokasi. Dalam latihan dengan cara menenggerkan ayam di atas tripot agar berkokok itu, banyak banyak warga yang tertarik dan ikut bergabung.

disadur dari: KORAN SINDO
Share:

Senin, 02 Mei 2016

Kontes Ayam Ketawa Piala Walikota Semarang 2016

Ratusan ayam jago dari seluruh nusantara, Minggu siang beradu suara untuk memperebutkan Piala Walikota Semarang. Namun bukan suara kokok ayam seperti pada umumnya yang diadu, melainkan kokokan ayam ketawa yang suaranya mirip seperti orang yang sedang tertawa.

Sepintas, sepertinya tidak lazim jika kita melihat dan mendengar ada ayam bisa tertawa. Namun, inilah yang terjadi di kontes ayam ketawa Piala Walikota Semarang, yang digelar di taman Wonderia, Semarang pada Minggu (3/4/2016) siang. Ratusan pecinta ayam jago dari berbagai penjuru Indonesia pun berkumpul disini, untuk memperebutkan hadiah uang jutaan rupiah.


Selain pemilik ayam jago, ratusan warga yang menonton pun tampak antusias mengikuti acara ini. Dalam kompetisi ini, ayam-ayam berkokok selayaknya orang ketawa. Bagi peserta yang ayam jagonya paling lihai ketawa, maka berhak menjadi pemenang.

Dalam kontes ini, seekor ayam bernama Jimmy Bangkit Kembali pemilik Adi dari Surabaya, menjadi pemenang kontes ayam ketawa kategori Grand Champion. Selama lima belas menit, Jimmy Bangkit Kembali mampu bersaing dan menyisihkan 15 ayam jago lain. Bagi pemilik ayam, selain mendapatkan sejumlah uang jika memenangkan lomba ini, harga ayam jagonya pun menjadi naik dan bisa mencapai harga puluhan juta rupiah.



Seperti yang dirasakan oleh salah satu peserta, setelah memenangkan lomba ini, ayamnya langsung ditawar oleh seseorang hingga puluhan juta rupiah. Menurutnya, agar ayam jagonya lancar ketawa setiap hari, ia memberikan makanan tetap berupa beras merah, serta membuatkan jamu khusus untuk stamina ayam peliharaannya.

Kompetisi ayam ketawa di Semarang ini selain sebagai ajang silaturahmi sesama pecinta ayam, juga ditujukan untuk pelestarian ayam asli indonesia agar tidak punah.
Share:

Kamis, 31 Maret 2016

Jadwal Kontes Ayam Ketawa Walikota Surabaya Cup V


Share:

Sabtu, 26 Maret 2016

Jadwal Kontes Ayam Ketawa Piala Walikota Semarang 2016


Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

PARTNER LINK